Finally, sampai pada pertemuan menjelang uas dan jum’at ini kelas kami mengadakan sebuah pementasan drama
seperti yang ditugaskan oleh Mas Seta. Banyak sekali pelajaran yang dapat
dipetik dari proses latihan drama ini.
Yang pertama adalah mengenai tanggung jawab. Saya dan teman
saya Valerie ditunjuk oleh teman-teman sebagai penulis naskah drama. Awalnya,
saya menolak karena merasa tidak mampu. Bagaimana kalau apa yang telah saya
tulis tidak disetujui yang lain? Bagaimana kalau saya tidak mampu menyelesaikan
naskahnya? Bagaimana kalau naskah yang saya tulis jelek? Lagipula, mau membuat
drama seperti apa? Dan ada sejuta ‘bagaimana’ diotak saya hari itu. Namun,
teman-teman memberikan kepercayaan penuh kepada kami dan memberikan kebebasan
untuk menuliskan naskahnya. Maka, saya pun berusaha keras untuk mewujudkan
tulisan yang layak untuk dijadikan naskah drama.
Begitu pula dengan divisi seperti dekorasi, peralatan, pemain dan
sebagainya. Sama seperti saya, mereka memiliki tanggung jawab masing-masing
dalam melaksanakan tugasnya. Suka tidak suka, berat ataupun ringan hal yang
harus dilakukan kita harus konsisten, komitmen dalam mengerjakan dan mau
berkorban baik dari segi waktu ataupun hal lain.