Tampilkan postingan dengan label semester 4. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label semester 4. Tampilkan semua postingan

Rabu, 08 Juni 2016

Masalah Etika dan Isu dalam Pemikiran American Counseling Association & American Psyhological Assosiation

Pertemuan psikodiagnostik 1 terakhir. Kali ini kami membahas mengenai masalah etika dan isu mengenai penggunaan alat ukur. Pembelajaran hari ini lebih mudah dipahami karena disampaikan oleh kelompok presentan terbaik versi saya dan diterangkan ulang oleh Mas Seta.

 Iya, jadi setiap pertemuan pasti akan ada feedback yang diberikan Mas Seta kepada kelompok presentan, biasanya setiap kelompok pasti mendapatkan revisian yang lumayan banyak namun pada kelompok kali ini revisinya hanya terkait gambar. Bagi saya itu sebuah hal yang amat baik karena sebagai kelompok penutup mereka benar-benar belajar dari kelompok sebelumnya baik dari segi penyampaian maupun isi materi dan referensi penggunaan buku. Ditambah, mereka mengerjakan berminggu-minggu sebelum jadwal presentasi. They deserve it.

Rabu, 01 Juni 2016

roleplay wawancara & observasi

Hari ini akhirnya absen Psikodiagnostik saya bolong satu. Iya, hari ini saya nggak masuk karena sakit. Karena tidak masuk, akhirnya saya bertanya kepada teman-teman mengenai apa yang dipelajari hari ini.

jadi, beberapa waktu lalu kami mendapatkan tugas untuk mewawancara dan melakukan observasi kepada orang orang yang pernah melanggar lalu lintas. ini hasil wawancara saya kepada 5 orang yang pernah melanggar lalu lintas:

Aidyl, 21 tahun, laki-laki, mahasiswa
Takut, was-was, buru-buru, malu, khawatir.
Ketika melanggar lalu lintas merasa was-was takut ketahuan polisi, biasanya melanggar karena terburu-buru tapi jika berhasil melanggar rasanya bangga.

Bagus, 21 tahun, laki-laki, mahasiswa
Biasa saja, bangga, puas, ngikutin yang lain, cuek.
Melanggar karena sengaja dan ikut-ikutan. Ketika melanggar merasa bangga karena kesal dengan polisi lalu lintas jadi kalau berhasil melanggar ada rasa kemenangan dan puas.

Rabu, 25 Mei 2016

Observasi dan Wawancara

Hi, bloggies!

Hore! Akhirnya ngeblog tepat waktu lagi. Kali ini akan membahas mengenai observasi dan wawancara. Pasti diantara teman-teman sudah sering mendengar kedua kata tersebut. Namun, apakah sudah benar-benar memahami tentang observasi dan wawancara? Yuk, kita bahas.

Menurut Kaplan (2013) Wawancara adalah proses interaktif, bahwa peserta (pewawancara dan yang diwawancarai)  mempengaruhi satu dengan yang lainnya. Pewawancara yang baik adalah seseorang yang mampu mengatur nada bicara dengan baik dalam sebuah wawancara dengan hangat, terbuka, dan percaya diri.

Sabtu, 21 Mei 2016

Mengkritisi Alat Test

Hai, bloggies!

Long time no blogging. Jadi ceritanya kenapa saya terlambat ngeblog adalah karena sejak hari rabu kemarin sibuk mengurus acara bazar untuk closing party Psycozyfest. Sebagai koordinator lapangan saya menjadi orang yang paling banyak mondar-mandir dan harus selalu stay ditempat, setidaknya jika anggota mencari saya, saya harus mudah ditemukan. Alhamdulillah, bazarnya ramai dan lancar kayak jalanan ibukota. Target pengisi stand terpenuhi dan segala sesuatunya berjalan baik walaupun ada beberapa hal diluar rencana.

                Awalnya, rabu kemarin itu akan diadakan simulasi penggunaan alat tes seperti yang sudah diceritakan minggu lalu. namun, berhubung Mas Seta menjadi salah satu tim penguji pra-sidang jadinya simulasi penggunaan alat tes digantikan dengan mengkritisi alat tes, dimana setiap kelompok mendapatkan bermacam-macam booklet dan diminta bertanya apapun mengenai alat tes tersebut. Total alat tes yang dikritisi tiap kelompok ada 9 alat tes. Saya sendiri baru pertama kali melihat alat tes dan semakin memahami bahwa alat tes psikologi yang selama ini sering dibicarakan berbentuk buku-buku yang isinya pertanyaan atau pernyataan tertentu terkait psikologi.

Rabu, 11 Mei 2016

Simulasi Penggunaan Alat Test

               Hi, Bloggies! Seperti biasa, saya akan cerita tentang pembelajaran di kelas Psikodiagnostik.

 Pada pertemuan kali ini membahas mengenai simulasi penggunaan alat test. Jadi, minggu depan akan ada simulasi penggunaan alat test dimana ceritanya saya dan teman-teman sekelas adalah murid SMAN 45 yang akan menentukan penjurusan IPA / IPS. Kami akan diberikan test IQ, test minat dan test kepribadian.

                Ketika pelaksanaan tes nanti, kami diminta untuk datang tepat waktu, menggunakan kemeja putih dan celana atau rok gelap dan sepatu berwarna gelap. Sedangkan instruktur wanita menggunakan pakaian yang lebih rapih serta blazer.

Lalu, penentuan IPA dan IPS didasarkan pada IQ serta minat siswa. Jadi, bisa saja seseorang yang IQ tinggi tapi memiliki minat di bidang sosial untuk masuk ke IPS. Sedangkan yang ber-IQ tidak tinggi tapi memiliki minat di bidang IPA akan diberikan konsultasi lebih lanjut melalui wawancara dan observasi.

                Dalam pelaksanaan tes, pemilihan alat tes yang digunakan harus disertai alasan yang rinci dan jelas agar ketika pelaksanaan tes berlangsung instruktur benar-benar memahami alasan dan tujuan penggunaan alat tes tersebut.

                
Tunggu posting selanjut tentang pelaksanaan simulasinya, ya! :)

Sabtu, 07 Mei 2016

Tes Individu dan Tes Kelompok

Hi, Bloggies!

Senangnya karena setelah sekian lama akhirnya merasakan long weekend juga. Tapi akibatnya jadi telat ngeblog.

hari rabu lalu kami mempelajari tentang perbedaan tes individu dan tes kelompok. Saat itu semangat belajar saya sedang cukup baik dan penasaran dengan materi yang akan dibawakan oleh presentan. Namun, ternyata ditengah presentasi Mas Seta meminta presentan untuk duduk kemudian beliau menjelaskan tentang beberapa hal mengenai materi dan performa kelompok yang menyampaikan materi.

pembelajaran kali ini bertambah satu, tidak hanya tes individu dan tes kelompok namun saya mendapatkan pembelajaran berharga mengenai pentingnya koordinasi, kerjasama dan kekompakan. bahwa ketika mengerjakan sesuatu secara berkelompok, hasil akhir bukan segala-galanya tetapi proses mengerjakanlah yang akan menentukan seperti apa performa dan hasil akhir dari tugas kelompok tersebut. kalau prosesnya baik dan benar maka hasilnya akan seperti itu, berlaku sebaliknya.

jadi, kenapa sih tes individu dan tes kelompok itu penting? karena kalau salah cara pengambilan tes hasil tesnya menjadi tidak optimal, dan hasil tes yang ada akan mempengaruhi individu yang bersangkutan.

masing-masing jenis tes memiliki kekurangan dan kelebihan.

Rabu, 27 April 2016

Tes Minat dan Motivasi

Holland menyatakan bahwa minat adalah aktivitas atau tugas-tugas yang membangkitkan perasaan ingin tahu, perhatian, dan memberi kesenangan atau kenikmatan. Krapp, Hidi, dan Renninger (Pintrich dan Schunk, 1996) membagi definisi minat menjadi tiga, yaitu :
(1) Minat pribadi
 (2) Minat situasi
(3) Minat dalam ciri psikologi
Munculnya minat disebabkan karena faktor dalam diri. Namun, selain karena faktor dalam diri seseorang (internal), minat juga dipengaruhi oleh faktor dari luar diri (eksternal).
Dalam mengetahui minat seseorang, ada berbagai metode yang dapat dilakukan, yaitu : Observasi, Wawancara , Dokumentasi, Tes minat.
Pengukuran minat pada awalnya dikembangkan untuk konseling dan seleksi kejuruan. Tokoh yang pertama merancang alat ukur minat kejuruan adalah James Miner. Miner membuat sebuah kuesioner minat pada tahun 1915, dan kuesioner ini memicu munculnya seminar pengukuran minat di Carnegie Institute of Technology pada tahun 1919.
Hasil tes minat jarang digunakan secara eksklusif dengan mengabaikan hasil pengukuran terhadap aspek kognitif dan aspek non kognitif yang lain, seperti : tes inteligensi, tes bakat, atau tes kepribadian. Pada umumnya hasil tes minat digunakan dalam Bidang :
 (1) Pendidikan.
(2) Bidang Industri Organisasi.
Tes Rothwell Miller Interest Blank (RMIB) dapat digunakan untuk testee dengan kelompok usia remaja hingga usia dewasa. Tes ini disajikan selama kurang lebih 20 menit, dan dapat disajikan secara individual maupun klasikal (kelompok).  RMIB merupakan formulir yang berisi daftar pekerjaan yang disusun menjadi sembilan kelompok dengan kode huruf dari A sampai I. Tes ini memiliki tiga (3) bentuk, yaitu untuk pria, wanita, dan perusahaan. Ada 12 kategori dalam RMIB, yaitu :  
Outdoor (Out), adalah kategori minat yang mengarah pada aktivitas di luar ruangan, misalnya kegiatan outbound, travelling, eksplorasi pertambangan. Contoh pekerjaan adalah ahli pertamanan, petani bunga, peternak, nelayan, supir, penjelajah.
Mechanical (Me), adalah kategori minat yang mengarah pada kemampuan di bidang mekanik atau teknik. Contoh pekerjaan dengan minat tersebut adalah, insinyur sipil atau mesin, montir, pembuat arloji, tukang las, ahli kacamata, petugas mesin sulam, ahli reparasi permata, ahli reparasi jam.
Computation (Comp), adalah kategori minat yang mengarah pada kemampuan di bidang perhitungan. Contoh pekerjaan adalah akuntan, ahli pembukuan, auditor, kasir, pegawai urusan gaji, pegawai pajak, guru ilmu pengetahuan alam.

Scientific (Sci), adalah kategori minat yang mengarah pada kemampuan di bidang ilmu pengetahuan. Contoh pekerjaan yang aktif dalam analisa atau penelitian adalah ahli biologi, astronomi, insinyur kimia industri, peneliti, ahli matematika.
Personal Contact (Pers), adalah kategori minat yang mengarah pada kemampuan untuk berhubungan dengan orang lain. Contoh pekerjaan yang berhubungan dengan orang lain adalah penyiar radio, petugas wawancara, sales, pedagang keliling, pegawai rumah mode, petugas humas, ahli komunikasi, marketing.
Aesthetic (Aesth), adalah kategori minat yang mengarah pada kemampuan di bidang seni atau arsitektur. Contoh pekerjaan yang berhubungan dengan hal-hal yang bersifat seni dan menciptakan sesuatu adalah seniman, artis, arsitek, decorator, fotografer, penata panggung, guru kesenian, pelukis, artis.
Litheratur (Lith), adalah kategori minat yang mengarah pada kemampuan di bidang literatur atau buku. Contoh pekerjaan yang berhubungan dengan buku, kegiatan membaca dan mengarang adalah wartawan, pengarang, penulis skenario, ahli perpustakaan, penulis majalah, kritikus buku, penyair, petugas administrasi.

 Musical (Mus), adalah kategori minat yang mengarah pada kemampuan di bidang musik. Contoh pekerjaan yang berkaitan dengan minat ini adalah pianis konser, komponis, pemain organ, ahli pustaka, guru music.
Social Service (SS), adalah kategori minat yang mengarah pada kemampuan di bidang pelayanan sosial. Contoh pekerjaan yang sesuai dengan minat ini adalah guru SD, psikolog pendidikan, kepala sekolah, penyebar agama, petugas palang merah, petugas kesejahteraan sosial, ahli penyuluh jabatan.

  Clerical (Cler), adalah kategori minat yang mengarah pada kemampuan di bidang keterampilan tangan, dan tugas rutin yang menuntut ketepatan ketelitian. Contoh pekerjaan yang berkaitan dengan minat ini adalah sekretaris, notulen, pembuat kerajinan, manajer bank, petugas arsip, petugas pengiriman barang, pegawai kantor, petugas pos, petugas ekspedisi, juru ketik, penulis.
Practical (Prac), adalah kategori minat yang mengarah pada kemampuan praktis dan memerlukan keterampilan. Contoh pekerjaan yang sesuai dengan minat ini adalah montir, ahli memperbaiki mesin, tukang kayu, ahli bangunan, ahli mebel, tukang cat, tukang batu, tukang sepatu, ahli penata rambut, tukang bungkus coklat, tukang binatu, penjahit, petugas mesin sulam, juru masak.


   Medical (Med), adalah kategori minat yang mengarah pada kemampuan di bidang medis. Contoh pekerjaan yang berkaitan dengan minat ini adalah dokter umum, perawat, ahli kesehatan, ahli bedah, dokter hewan, ahli farmasi, dokter gigi, ahli kacamata, ahli rontgen, pelatih rehabilitasi, perawat orang tua.

Rabu, 13 April 2016

Personality Test

Halo! Pada posting minggu ini saya akan membahas mengenai personality test atau yang biasa dikenal degan personality test
sebelumnya, kepribadian itu apa sih?
personality is a vague construct that we invoke to explain behavioral consistency within persons and behavioral distinctiveness between persons. In order to appreciate the nature of personality tests, it is helpful to review theories of personality” ( Gregory, 2004).
Nah, teori yang termasuk dari tes kepribadian adalah:

Sabtu, 02 April 2016

Sejarah, Dasar Pemikiran, Fungsi dan Klasifikasi Tes Psikologi

Halo.

Pada kesempatan kali ini saya akan membahas mengenai sejarah Psikodiagnostik, termasuk seperti apa dasar pemikiran fungsi dan klasifikasinya.

Pada masa kekaisaran China sekitar abad 200 sebelum Masehi, tes psikologi pertama kali digunakan untuk membantu pemerintah dalam penerimaan pegawai. Tes yang diberikan bermacam-macam seperti tes memanah, tes tertulis mengenai geografi, memanah. Tes-tes tersebut tidak lagi digunakan hingga tahun 1905 namun dijadikan inspirasi untuk digunakan dalam memilih U.S Civil Service. Sedangkan pada bidang pendidikan, Tes pertama kali terjadi pada pertama kali universitas terbentuk di Eropa pada abad 13. Pada masa itu gelar yang diberikan berupa sertifikasi kelayakan dalam mengajar dan ujian lisan yang dirancang untuk calon kandidat dalam menunjukkan kompetensinya.

Dalam psikologi Klinis, terdapat sebuah permasalahan untuk membedakan yang “normal” dari “abnormal” dalam lingkup emosi, intelektual dan tingkah laku. Beberapa tes awalnya banyak berkembang di Jerman dan Paris yang bertujuan untuk mengukur fungsi kognitif pada pasien dengan gangguan seperti retardasi mental atau kerusakan otak.

Terdapat 2 faktor kecacatan tes klinis:
a.      Kurangnya pengetahuan, takhayul dan adanya kesalahpahaman mengenai psikopatologi
b.      Kurangnya pengetahuan terhadap standarisasi yang seragam pada referensi hingga menyulitkan dalam menginterpretasi

Macam-macam tes Psikologi Klinis :
a.      Personality inventories
b.      Projective techniques
c.       Neuropsychological tests

Kapan IQ terbentuk?

Jumat, 25 Maret 2016

Prinsip - Metode - Teknik dalam Psikodiagnostik

Minggu ini adalah giliran kelompok saya yang menyampaikan presentasi mengenai prinsip, teknik dan metodologi. Banyak sekali pembelajaran yang didapatkan pada pertemuan kali ini. bahwa kerja kelompok tidak sekedar mengerjakan lalu selesai, tetapi bagaimana ilmu yang semula hanya berada pada satu orang harus dapat disebarluaskan ke seluruh anggota kelompok. berkelompok harus rela mengesampingkan segala ego dan individualisme dalam diri. Bahwa bagaimana caranya agar tidak hanya sekedar bertanya tanpa peduli, namun bagaimana kontribusi yang dilakukan dapat membantu perkembangan kelompok.

Ketika kelompok saya maju, kami menyadari bahwa kekompakan antar anggota belum merata. Hanya beberapa orang yang dominan dalam mengerjakan tugasnya walaupun yang lain tetap ikut membantu. Semuanya serba mepet dan kami buta, jujur saja. Kami tidak tahu seperti apa tugas yang diamanahkan sebenarnya. Bagian mana? Prinsip itu yang seperti apa? Metode? Teknik? Dibagian mana? Kami benar-benar tidak tahu, dan barangkali masih ada keengganan untuk mencari tahu lebih dalam. Hasil presentasi pun belum maksimal.

Baiklah, saya akan coba jelaskan sedikit mengenai apa itu prinsip, metode dan teknik dalam psikodiagnostik.

Dalam konsep-konsep statistik di Psikodiagnostik terdapat beberapa norma yaitu:
- norma perkembangan yang merupakan cara bagaimana kita mengartikan skor tes, dalam norma perkembangan kita akan melihat sejauh mana individu bergerak sepanjang jalur perkembangan yang normal.

- Norma kelompok, kinerja individu dievaluasi berdasarkan kinerja kelompok terstandarisasi yang paling bisa dibandingkan, seperti ketika membandingkan skor mentah seorang anak dengan skor mentah anak-anak yang punya usia kronologis sama atau dalam sekolah yang sama.


Terdapat 3 relativitas norma-norma, diantaranya adalah:
a.       Sampel normatif, yakni mendapatkan sampel yang representative dari populasi
b.      Norma-norma jangkar nasional, untuk menghasilkan tabel-tabel ekuivalensi bagi skor-skor pada tes-tes yang berbeda
c.       Norma-norma spesifik, membakukan tes-tes pada populasi yang cocok dengan maksud-maksud khusus dari setiap test.

Alat ukur yang digunakan dalam setiap pengukuran harus valid dan reliabel. Sebenarnya apasih valid dan reliabel itu?

Rabu, 16 Maret 2016

Psikodiagnostik itu apa?

Halo, Agen Diagnostik!

Hari ini para agen diagnostik mulai beroperasi. (Sebelumnya, jika sebutan Agen Diagnostik hanya berlaku untuk kelompok saya, maka sebutan ini akan digeneralisasikan untuk seluruh kelompok) kami telah dibagi menjadi beberapa tim yang akan mengupas seluk beluk mengenai Psikodiagnostik. Dimulai dari tim satu yang membahas apa itu psikodiagnostik.

Pembelajaran kali ini dimulai dari presentasi tim 1 dan dilanjutkan dengan pertanyaan-pertanyaan mengenai materi yang disampaikan. Kemudian, kami diminta pergi ke perpustakaan untuk mencari pengertian lebih lanjut mengenai apa arti Psikologi.

Wait, kenapa Psikologi?

Iya, sebelum kita bergerak lebih jauh melancarkan aksi, ada baiknya kita tahu apa itu psikologi. Jadi, menurut Wade, dkk (2007) psikologi didefinisikan sebagai ilmu yang berfokus pada perilaku dan berbagai proses mental yang dipengaruhi oleh kondisi mental organisme dan lingkungan eksternal. Sedangkan menurut Feldman, (2012) mengatakan bahwa psikologi merupakan studi ilmiah mengenai proses mental dan tingkah laku dimana para psikolog mencoba untuk mendeskripsikan dan menjelaskan proses tingkah laku dan mental manusia, sebaik mereka membantu perubahan dan peningkatan hidup manusia di dunia dimana mereka hidup.

                Ketika mencari definisi lebih lanjut mengenai psikologi, Mas Seta memberikan waktu sampai batas tertentu dan ketika batas waktu yang ditetapkan sudah habis beliau segera menutup pintu kelas dan menahan para mahasiswa yang ingin masuk kelas. Jelas, kami kebingungan kenapa di kelas hanya ada beberapa orang sedangkan kami tidak langsung di izinkan masuk.
                Rupanya, melalui hal kecil seperti itu Mas Seta memberikan pelajaran yang cukup menohok. Bahwa dalam ilmu statistik dikatakan bahwa sebagian besar orang berada pada rata-rata, jika dalam kurva normal maka bagian tengahnya lah yang merupakan rata-rata tersebut. Pembelajaran yang dapat saya ambil adalah pada satuan waktu selanjutnya saya harus meningkatkan atensi dan respon saya terhadap suatu hal, saya perlu belajar untuk menjadi orang-orang yang tidak tergolong rata-rata dengan berespon lebih cepat dan tepat pada suatu peristiwa serta mampu memaknai hal tersebut secara tepat pula.

Senin, 07 Maret 2016

Agen Diagnostik

Long time no see, bloggies!

Alhamdulillah akhirnya blog ini tersentuh lagi dan alasanya masih sama: tugas.

Psikodiagnostik.

Sesungguhnya saya gak punya bayangan apapun tentang mata kuliah ini. saya juga gak tahu kalau yang ngajar itu dosennya Mas Seta, yang saya tahu saya memang harus melewati mata kuliah ini untuk bisa melanjutkan hidup saya di dunia perpsikologian, oke ini gak penting.

Jadi, yang saya dapatkan di kuliah pertama adalah sejumlah peraturan, nama kelompok, informasi mengenai hal-hal yang akan saya pelajari satu semester kedepan. Selama satu semester kedepan, saya akan banyak bekerja sama dengan Syahfriza, Mahazir, Rivas dan Riska untuk menyelesaikan tugas kelompok. Awalnya saya agak syok karena sekelompok sama Mahazir lagi, berhubung di semester lalu saya sudah satu kelompok sama Mahazir di beberapa mata kuliah, dan teman-teman kelompok saya yang lain pun termasuk baru karena di semester sebelumnya saya termasuk jarang dapat kelompok dengan mereka. Tidak apa-apa, saya siap. Siapapun rekan sekelompoknya saya akan menganggap mereka semua adalah Agen Diagnostik—sebutan saya untuk teman-teman satu kelompok, saya menyebut mereka sebagai agen karena pasti dari mereka saya akan banyak belajar (contohnya agen beras = punya banyak beras, ya semacam itu intinya) dan sebagai agen sudah seharusnya kami bisa bekerja sama dengan baik karena kami merupakan… agen.